Minggu, 30 Oktober 2016

Khaiz dan buku cerita....

31 oktober 2016

hari minggu di Akhir bulan ,, dimana abi shift 3, ummi ,libur, khaiz juga libur sekolah,,, saat yang tepat buat kita pergi,, ke satu tempat favorit mas khaiz
yaaaa.... toko buku

padahal mas masih tidur saat pertama kali masuk toko,,, ga lama karna banyaknya buku membuat "si doyan ngacak2 buku" terbangun langsung minta turun deh,,,,,,,
lari sana,,, lari sini,,,, sana.. sini >.<
hihihi minta dikejar2

super sibuk,,, buka buku abis itu tinggal
buka lagi yang lain,,, tinggal lagi
hehe ,,, mas,,, mas,,,,

gapapa selagi buku ga di robek2 yang penting selalu di awasi...

minat mas membaca buku meski belom bisa baca,, lumayan tinggi lho,, di rumah kebetulan ada rak buku khusus di ruangan sholat ,, itulah sasaran empuk mas tiap kali kami ajak sholat dia selalu sibuk membuka lembar demi lembar buku,,,


tar kalo dah besar rajin,rajin yaaaa baca buku

udah nemu satu buku dan udah puas kerliling-keliling  akhirnya pulang jajan eskrim satu bertiga... hehehe

pulang2 eh mas khaiz batuk pilek,, iya iya maafin umi dan abi yaaa, gara2 keangin2 n minum es jadi gini,,,

alhamdulillah ga perlu jauh2 bertamasya,, yang penting kebersamaan dan quality time bersama keluarga
makasih ya rabb



Rabu, 26 Oktober 2016

mimpi indah yaa mas aize...

26 oktober 2016

mas,,,,hari ini ummi ingin minta maaf pada mas khaiz,,,
maafkan karna keterbatasan umi,,,
umi membagi waktu untuk mas dan untuk yang lainnya,,
maafkan ketika pulang sekolah, tak banyak waktu yang umi berikan untuk kita bermain,,, dan menendang bola ,, mas suka sekali menendang bola,,,tapi umi sibuk bebenah rumah, menyiapkan makanan, memasak, mencuci ,, dan yang lainnya, mungkin itu yang terjadi kenapa sekarang ini mas sering rewel dan menangis ketika umi tak di samping mas jika berada di rumah,, bahkan, untuk menonton video kesukaan mas, umi malah tertidur ketika mas sedang ingin bermain,,, ummi malah memaksa mas, ikut tidur, memaksa mas menelan makanan yang mas tak suka,, memaksa mas untuk menemani umi mencuci,,, daripada bermain diluar,,, ummmi yang salah mas,,,,
maafkan ke kurangan ummi
doakan ummi menjadi lebih baik ya mas....
ummi akan berusaha,,, tenaga ummi ini tak ingin umi habiskan diluar sana, sementara aiz umi beri wajah lelah dan tenaga sisa
maafkan ummi
ummi akan berusaha lagi
lagi
lagi
dan lagi, insya Allah
menjadi ibu yang sabar juga mampu mendidikmu menjadi anak yang cerdas, sholeh, mandiri dan yang paling penting adalah menjadikan mu  BAHAGIA dunia akhirat

Sabtu, 22 Oktober 2016

khaiz di tinggal ummi

alhamdulillah,,,, masih bisa menulis lagi

kemarin saya mencoba bebagi pengalaman tentang sulit
 nya mencari pengasuh,,, sekarang saya ingin berbagi juga pengalaman di baby day care Little White Rabbit

alhamdulillah khaiz sudah terdaftar di hari pertamanya,, mas khaiz tampak kebingungan, Saya ajak ke tempat baru yang banyak teman juga banyak mainan.....

di hari pertama,, khaiz begitu sampai pintu BDC(Baby Day Care) wajahnya ketakutan ia benar2 tak melepaskan tangan saya dan terus minta di gendong, ok tak apa,, ketika masuk ia lihat banyak mainan ia mulai mau turun dan berlalu begitu saja,, alhamdulillah dia mau saya tinggal, tanpa pamit saya pun pergi meninggalkannya klangsung pergi ke sekolah,,,

saya fikir sudah tak apa, ia mulai nyaman... ternyata salah ,,, saya tak pamit padanya

di hari kedua...

mas benar2 menangis histeris,,, iya tak mau ditinggal meski menangis seperti itu,,, iya akan tenang begitu saya pergi,,, ini terjadi sekitar 2 minggu selama saya menitipkan , hingga akhirnya kami konsultasi dengan Bu ety ,, pengelola little white Rabbit, tepatnya kami yang diajak sharing, hehe

lengkapnya begini percakapan kami
'

Mrs buguru Ety  " mama, di rumah adakah masalah atau problem "
me                      "ndak ada,,, mungkin ada tapi saya lupa,,, hehe"
mrs buguru        " bukan mama, masalahnya khaiz memang sering rewel dan takut pada orang baru, misal ada yang masuk atau keluar ruangan khaiz menangis dan keliatan ketakutan,,, kenapa ma?
adakah dirumah terjadi sesuatu?'
me:                  "hmmm ,, ya mungkin karna pengalaman-nya sering berganti pengasuh jadi ia agak parno bertemu orang lain, dan ditinggal pergi, selain itu saya ga tau lg , cz keseharian khaiz pun sering bermain ke rumah tetangga dan ga ada masalah iya tak pernah menangis bila tak saya dampingi"

begitulah singkatnya percakapan kami hingga aize masih dalam tahap pemantauan apa yang sebenarnya terjadi , saran dari mrs buguru adalah , tenangkan fikiran mama yang meninggalkan anaknya karna ke khawartiran yang berlebih ketika meninggalkan anak justru akan membuat anak tak nyaman dan lebih rewel, juga coba untiuk berbicara pada anak , meski ia belum bisa berbicara, setiap malam sebelum ia tidur,,, katakan padanya... "mas , besok umi dan abi berangakat kerja dulu ya,,, mas sementara sama buguru di BDC, nanti umi jemput lagi , mas disana yang pinter ya ,," atau kata2 yang kurang lebih sama untuk menyiapkan mentalnya ketika esok pagi akan berpisah dengan ibunya

saya lakukan apa yang disarankan mrs buguru pada malam berikutnya, dan esok pagi ketika mas khaiz diantar ,,,
mas masih juga menangis, dengan sabar buguru pun tetap menemani khaiz pamitan pada saya,,, ini memang harus dilakukan, jangan alihkan pandangan anak, biarkan ia melihat ibunya pergi dan berpamitan, meski awalnya anak akan menangis histeris, karna pengalihan atau pergi sembunyi2 hanya akan membuat anak merasa di bohongi, ini justru tak baik unuk sang anak

malam kedua saya lakukan hal yang sama,,, daaannn esok paginya,,,,, khaiz mulai tak menangis,,, iya tetap melihat saya pergi, tapi intensitas menangis histeris sudah tak tampak lagi di raut wajahnya , khaiz seperti mengetahui saya akan meningaglkannya sementara ,

malam ketiga, saya lakukan kembali,,, sambil saya bacakan surah alfatihah, ayat kursi, , alamnasroh, juga thoha 1-5 , saya tiup ubun2nya, dan khaiz menengarkan tak lama tertidur pulas,,,, saya berharap yang terbaik untuknya, untuk perkembangan fisik juga mentalnya

esok paginya ,,, hal mengejutlkan bagi saya,,, khaiz turun dari motor tak minta di gendong ,,, iya berjalan sendiri dan masuk dengan riang,,,, tak lagi menangis dan memegang tangan saya,,, begitu saya pamit pada khaiz, ia mencium tangan dan melambaikan tangan tanda berpisah,,,,,
masya Alllah,,,, melting ,,,, hikss, hiksss,,, dibuatnya ,, di umur nya yang baru 15 bulan ,, mas ku ternyata begitu cerdas dan sholeh...

sambil menyalakan motor untuk pergi,,, rasanya ada yang aneh,,, biasanya khaiz ada di teras luar digendong bugurunya sambil menangis histeris melihat saya pergi,,, tapi hari ini ia tak begitu lagi,,, ia tau uminya akan datang kembali untuk menjemput, ,, ini sangatlah luarbiasa bagi saya,,, ya Allah jaga dan lindungi putra ku, jadikan ia seorang yang kuat ,dan kelak menjadi pemimpin yang membawa kebahagiaan untuk orang banyak

.. bismillah kutinggalkan ia untuk mengabdi mendidik anak bangsa
makasih buat bimbingan nya bu guru,,, ^_^
 (khaiz bersama teman di sekolah)

tak sabar ingin melihat raport khaiz bulan ini..... >.<


Rabu, 19 Oktober 2016

pengalaman mencari pengasuh ....

belajar, belajar dan belajar....
selalu itu yang saya lakukann, karna diri ini masih sangat awam tentang cara mendidik anak

khaiz kecil , sedari umur 1 bulan sudah mulai di tinggal untuk mengajar, karna tawaran mengajr serta izin suami , saya tekadkan diri untuk mencoba keluar rumah, dan berbagi ilmu

hati ibu mana yang rela berpisah meski sementara dengan sikecil, ibu mana yang rela berbagi waktu untuk oranglain dalam mendidik anak2 anaknya, tapi banyak hal yang membuat kondisi itu terjadi pada ibu dan bayi mereka

begitupun dengan saya

Pengalaman pertama menitipkan bayi saya pada pengasuh/ tetangga yang dipercaya, sebut namanya si A . alasan kenapa memilih si Mrs A
1. karna rumahnya dekat dengan saya
2. sudah kenal dengan keluarganya,
 kebetulan dia ibu 1 orang anak umur 4 tahun,  dan suami saya yang memilihnya sendiri , ok saya setuju untuk dititipkan padanya, sebulan pertama amann, bulan kedua amann, di bulan ketiga mrs A mengajukan keberatannya unntuk lanjut mengurusi khaiz-ku karna jadwalnya memang tidak setiap hari dan juga hanya setengah hari di kampung itu kebiasaan orang yang menitipkan ya setiap hari diantar ke si penitipnya, yaaa mungkin fee nya juga yang kurang , kan saya menghitung berapa kali dititipkan karna tidak setiap hari hanya dua kali per pekan

oke saya akhirnya memutuskan mencri pengganti yang lain

Pengasuh kedua, lama jarak dari pengasuh pertama sampai ke2 khaiz sering saya bawa kesekolah karna belum dapat pengasuh ,kadang di titip ke tantenya , tak gampang mencari pengasuh yang bisa di percaya alhamdulillah fisik khaiz sangat tangguh, dia bukan anak yang rewel di usianya 3 bulan khais terbiasa saya bawa pergi2an berdua menggunakan motor, untungnya hanya 2 kali per pekan dan belum padat jadwal mengajar saya, alhamdulillah tak lama ada yang menawarkan diri ke rumah orang yang dulu ikut bersih2 di rumah , oke karna sudah tau rumahnya dan termasuk dekat saya terima , dan esoknya mulai di titipkan pada mrsB. 
masalahnya mrs B . dia bru bisa pegang khaiz jam 07.30 sementara saya harus berangkat jam 06.45 masuk sekolah kan jam 07.00 , jadi sementar itu khais dititipkan pada yang ada di rumahnya, entah cucunya , atau menantunya, yang membuat saya galau khaiz tentunya jadi rewel , setiap berte,mu orang baru , dan membuat saya semakin tidak enak hti meninggalkannya dengan kondisi spt itu, ibu mana yang tega!  
masalah kedua yah kondisi lingkungan dan cara berbahasa mrs B kurang halus caranya berbicara kasar dan lainlain, dalam hati saya berdoa ya Allah berilah tempat yang aman untuk anak saya, dan bila tidak ada juga lebih baik saya yang dirumah tak usah mengajar
alhamdulillah mealalui perjalanan panjang akhirnya saya sementara pindah rumah untuk sementara juga merenovasi rumah 
di tempat yang baru mencari mengganti pengasuh yang baru